Mengawali Benchmarking di Yunnan, Delegasi Indonesia Pelajari Model Revitalisasi Desa Haiyan untuk Pengembangan Desa

10 Sep 2026


Kunming, Yunnan, Tiongkok, 10 September 2026 - Rangkaian kegiatan benchmarking 20 kepala desa asal Indonesia di Provinsi Yunnan, Tiongkok, resmi dimulai dengan kunjungan lapangan ke Desa Haiyan. Desa ini merupakan salah satu desa percontohan revitalisasi pedesaan di Tiongkok yang dinilai berhasil mengintegrasikan pelestarian budaya, perlindungan lingkungan, dan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. 

Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Kepala Badan Pengembangan dan Informasi (BPI) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), didampingi Kepala Biro Hubungan Masyarakat beserta tim pendamping, bersama 20 kepala desa meninjau langsung praktik-praktik baik pembangunan desa di lokasi tersebut. Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap referensi dan strategi yang dapat diadaptasi untuk pembangunan desa-desa di Indonesia.

 

Kunjungan ke Desa Haiyan menjadi langkah awal untuk memperluas wawasan para kepala desa mengenai strategi pembangunan pedesaan yang mampu mengoptimalkan potensi lokal tanpa mengorbankan identitas budaya masyarakat setempat.

 

Selama peninjauan, para kepala desa berkesempatan berdiskusi secara mendalam mengenai tata kelola desa, pengembangan ekonomi lokal, pengelolaan kawasan wisata, hingga strategi menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

 

Pengalaman keberhasilan Desa Haiyan membuktikan bahwa potensi desa dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi apabila dikelola melalui perencanaan yang matang, partisipasi aktif masyarakat, serta pemanfaatan kekayaan alam dan budaya sebagai keunggulan lokal desa.

Melalui kegiatan benchmarking ini, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal berharap praktik-praktik baik dari Provinsi Yunnan dapat direplikasi dan disesuaikan dengan karakteristik khas masing-masing desa di Indonesia. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mendorong lahirnya desa-desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.