Berita Sebelumnya

29 Mei 2020 HALALBILHALAL VIRTUAL, GUS MENTERI INGATKAN PENDAMPING DESA TUNTASKAN BLT DANA DESA
SIDAK KE BANTEN, GUS MENTERI TEMUKAN 11 DESA BELUM SALURKAN BLT DD



Serang - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar pada Sabtu (30/5) menggelar inspeksi mendadak (Sidak) penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) di Provinsi Banten.

Sidak digelar di dua lokasi yakni Desa Waringinkurung, Kecamatan Waringinkurung di Kabupaten Serang dan Desa Saga, Kecamatan Balaraja di Kabupaten Tangerang.

Dalam sidak di Desa Waringinkurung, Abdul Halim Iskandar yang biasa disapa Gus Menteri ini dapatkan hasil bahwa tidak hanya Desa Waringinkurung yang belum menyalurkan BLT DD. Namun, masih terdapat 10 desa lainnya di Kecamatan Waringinkurung yang belum menyalurkan BLT DD.

"Ada 11 desa di Kecamatan Waringinkurung yang belum menyalurkan. Masalahnya, ada yang menunggu sinkronisasi data kabupaten karena takut dobel, ada yang sudah sinkron akhirnya merevisi data, hingga keterlambatan penyaluran dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Desa (RKD)," ujar Gus Menteri.

Namun demikian, kata Gus Menteri, kesebelas desa di Kecamatan Waringinkurung tersebut sepakat untuk menyalurkan dana desa secara serentak pada Kamis (4/6) mendatang.

"Kita tegaskan bahwa BLT DD harus segera cair tanpa harus menunggu sinkronisasi Karena masyarakat pasti menunggu. Apalagi, data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah ditetapkan dalam Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) dan dana desa sudah langsung ke Kas Desa. Jadi, segera untuk menyalurkan BLT DD," katanya.

Berdasarkan rekap data penyaluran BLT DD di Kecamatan Waringinkurung terdapat 11 desa yang BLT DDnya untuk tahap pertama siap disalurkan secara serentak pada Kamis (4/6) dengan total anggarannya sekitar 506 juta yang akan disalurkan ke KPM sekitar 844 KK.

"Kalau ada yang dobel, kembalikan. Lalu, kalau gak kembalikan karena sudah habis terpakai, ada tahap berikutnya untuk mengembalikannya. Yang jelas, penerima manfaat BLT DD ini jangan sampai dobel dengan Jaring Pengaman Sosial (JPS) pemerintah yang ada seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan non tunai (BPNT), Program Kartu Pra Kerja, dan program bantuan pemerintah lainnya. Bahkan, ditambahkan sasarannya yakni keluarga yang memiliki rentan penyakit menahun atau sakit kronis," katanya.

Usai dari Desa Waringinkurung, Gus Menteri melanjutkan sidak ke Desa Saga, Kecamatan Balaraja. Di Desa Saga ini, Gus Menteri kembali mendapatkan hasil belum salurnya BLT DD untuk 220 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Belum salur diketahui bahwa Pemerintah Desa masih menunggu validasi data penerima manfaat dari Pemerintah Kabupaten.

"Kita masih menunggu validasi data dari Kabupaten. Kita tidak berani menyalurkan karena Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten juga memberikan BLT. Cuma sampai sekarang belum disalurkan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Jadi, kita gak berani menyalurkan karena takut dobel," kata Kepala Desa Saga Sarnata kepada Gus Menteri.

Gus Menteri menyarankan kepada Kepala Desa untuk tidak menunggu validasi data karena data penerima manfaat dari BLT DD sudah ditetapkan dan diajukan ke Pemerintah Kabupaten.

"Kalau sudah Musdesus dan ditetapkan penerimanya, segera salurkan. Tidak usah menunggu validasi dari kabupaten. Kalau takut dobel, kan nanti minta dikembalikan. Yang jelas, kalau penerima manfaat dari BLT DD sudah ditetapkan melalui Musdesus, tolong segera disalurkan," katanya.