Berita Sebelumnya

20 Mei 2020 SEKJEN KEMENDES PDTT SAKSIKAN PENYALURAN BLT DD SERENTAK SE-KABUPATEN DHARMASRAYA SECARA VIRTUAL

Berita Selanjutnya

20 Mei 2020 PENYALURAN BLT TAHAP PERTAMA TIDAK PERLU VERIFIKASI PEMDA
SEKJEN KEMENDES BUKA PELATIHAN VIRTUAL AGRIKURSUS AUDIO VISUAL



Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi membuka secara virtual pelatihan Agrikursus Audio Visual yang merupakan kerja sama Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kemendes PDTT dan Perum Pusat Perfilman Nasional (PFN).

Anwar Sanusi dalam pengarahannya mengapresiasi langkah Ditjen PDT yang mengadakan pelatihan-pelatihan audiovisual yang memang diakui selama ini belum terlalu dikembangkan.

Anwar mengatakan, masyarakat harus bisa berbicara hal lain terkait kehidupan yang harus terus berjalan meski Covid-19 belum dituntaskan. Meskipun sudah ada vaksin tapi sebagaivirus akan tetap ada di dunia.

"Kita tinggal melakukan adaptasi yang tepat terkait dengan virus ini. Olehnya, sumber-sumber kehidupan ini tetap dipertahankan, bahkan dikembangkan," kata Anwar, Selasa (19/5/2020).

Anwar menuturkan jika dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, ada tiga isu penting yang saling berkaitan, yaitu isu energi, pangan dan air. Kemendes PDTT terfokus pada isu pangan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kondisi Covid-19 ini akan berimplikasi pada ketersediaan pangan maka isu ini jadi sangat serius untuk dicarikan solusi. Tantangan tugas Kemendes PDTT adalah tetap mempertahankan sumber-sumber kehidupan yang ada sambil mencari bentuk-bentuk lainnya.

Jika berbicara desa, sebenarnya, Kemendes PDTT telah miliki program yang didesain sebelum Pandemi Covid-19, seperti mengembangkan aneka komoditas-komoditas yang merupakan sumber kekayaan hayati Indonesia.

Namun, komoditas ini kalah bersaing karena terkendala pemasaran dan pengemasan produk. Komoditas ini tidak bisa menampilkan sisi keunggulan produk-produk yang dihasilkan untuk menarik konsumen.

"Olehnya, pelatihan ini sangat tepat. Jika perlu, PFN juga nantinya berikan peningkatan kapasitas pegawai dan pendamping desa agar jadi kekuatan tersendiri yang miliki kemampuan audiovisual," kata Anwar Sanusi.

Sementara itu, Direktur Utama Perum PFN Judith Dipodiputro mengatakan, saat ini, masyarakat punya tantangan di semua sektor dan semua lini di era Pandemi Covid-19 ini. Olehnya, seluruh elemen harus bersatu.

"Inisiatif Kemendes PDTT buat pelatihan audiovisual merupakan solusi yang hebat untuk bisa mengatasi masalah eksekusi, ini terobosan yang luar biasa. Kemendes PDTT paparkan secara gamblang paparkan semua masalah," kata Judith.